Jumat, 28 Oktober 2011

Nafas Gelap Untuk Benderang

Nafas Gelap Untuk Benderang

MencintaiMu tak pernah sama
Kadang berbalas senyum penuh makna
Bahagiakah? Sedihkah? Senangkah? MARAHkah?
Rasanya otak ini sudah lupa arti MARAH
Tubuh ini selalu gagal mendeskripsikan MARAH
Mulut ini tergagap mengucap MARAH
Hela nafasku memburu dan tak keliru
Aku tak terburu namun membelenggu
Hembusan angis laksana setan pelita amarah
Awan malam perlahan menutup pancaran purnama
Menyindir datang gulita yang mendekat pada bulan merah jambu
Namun, Ketulusan itu memudarkan gelap itu
TerangMu harus selalu benderang
Itu bagiku hutang
Maka...
Izinkan aku MARAH padaMu ketika waktu membiarkanku mampu mengucapkan MARAH
Waktu Isya, 271011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar